Khalid Maskuri alias Alip (25) benar-benar keterlaluan. Tidak hanya moral, modal juga tidak dipunyai pria warga Sidotopo Wetan itu saat memperkosa Bunga (17), bukan nama sebenarnya. Untuk check in di hotel tempat dia melakukan aksi bejatnya, HP Bunga dia jadikan jaminan pembayaran hotel karena dia tidak punya uang.
“Saat check in, tersangka hanya membawa uang Rp 10 ribu,” ujar Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo, kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Jumat (5/3/2010).
Anom, menceritakan bahwa kasus itu bermula saat Alip, Dedy dan Husni yang sama-sama bekerja di sebuah perusahaan elektronik di Brebek itu mengadakan pesta miras di rumah Dedy di Jalan Pelita I, Ngingas, Waru, Sidoarjo.
Bunga yang kebetulan diajak Dedy merupakan kawan lama Dedy, sehingga antara Alip dan Bunga yang warga Waru, Sidoarjo itu sebenarnya baru kenal saat itu. Saat berlangsung pesta miras, semuanya teler termasuk Bunga yang juga dicekoki miras.
“Mereka menghabiskan 3 Topi Miring,” tambah Anom.
Saat mabuk itulah, Alip mendekati dan merayu gadis yang masih duduk di bangku SMA kelas X itu agar mau diajak berjalan-jalan ke Surabaya. Masih di bawah pengaruh alkohol, Bunga mau saja diajak berputar-putar Kota Surabaya. Saat berjalan-jalan pada tengah malam itu turunlah hujan sehingga Alip mengajak Bunga check in di sebuah hotel di kawasan Sidotopo.
“Dengan berat hati korban menuruti ajakan tersangka,” lanjut Anom.
Saat check in ke resepsionis itulah ketahuan jika Alip hanya mempunyai uang Rp 10 ribu. Dengan rayuannya, Alip meyakinkan Bunga, agar HP Nokianya dijaminkan saja untuk pembayaran kamar hotel. Di dalam kamar, Alip segera melakukan niatnya. Penolakan Bunga dibalasnya dengan menjambak rambut dan menyumpal mulut Bunga.
“Tak berdaya, korban pun jadi pelampiasan nafsu tersangka,” tutur perwira dengan dua melati pundak itu.
Paginya Bunga dipulangkan Alip, tetapi tidak ke rumahnya melainkan ke rumah Dedy. Dedy lah yang mengantarkan Bunga ke rumahnya. Karena tak pulang semalaman, orang tua Bunga yang khawatir langsung menginterogasinya. Bunga yang ketakutan segera menceritakan kejadian sebenarnya yang membuat orang tuanya melapor ke polisi.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya,” tandas Anom.
sumber: detikcom


Posted in
Tags: 


