Liputan6.com, Pasuruan: Keberadaan lintah darat (rentenir) tak dipungkiri cukup meresahkan. Minimnya mayoritas warga Desa Sawiran, Pasuruan, Jawa Timur, ini yang membuat mereka menjadi korban rentenir. Kebanyakan dari mereka mencari nafkah sebagai petani dan pedagang kecil.
Warga seakan sulit menghindar dari rentenir. Ini mengingat minimnya lembaga keuangan besar seperti bank yang peduli pada nasib orang kecil. Terdorong pada kondisi inilah Willy Malim Batuah, seorang pastur di Desa Sawiran, mendirikan sebuah lembaga mirip koperasi yang disebut Credit Union.
Melalui lembaga keuangan ini, warga Desa Sawiran bisa menabung, mendapat pinjaman lunak, dan terbebas dari lintah darat. Pada 1989, Willy mendirikan Credit Union dengan modal Rp 85 juta. Tujuannya hanya satu, mengangkat taraf hidup masyarakat. Keberadaan CU membuat warga desa membiasakan diri menabung. Mereka juga bisa mendapat pinjaman dengan bunga ringan.
Perlahan namun pasti, CU Sawiran kini telah memiliki 11 cabang di enam kabupaten di Jawa Timur dan Bali. Lembaga keuangan ini mampu meraih aset total Rp 50 miliar dengan 4.200 anggota.(AIS)


Posted in 








