Liputan6.com, Yogyakarta: Keluarga besar Muhammadiyah diharapkan agar tak terlena terhadap kepentingan politik sesaat. Lalu dengan begitu beramai-ramai meninggalkan persyarikatan itu. Demikian pesan yang disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Rosyad Sholeh saat menyampaikan laporan Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta, Ahad (4/7).
Menurut Rosyad, peringatan disampaikan berkenaan godaan seperti melalui partai politik, pemilihan umum kepala daerah serta tawaran menjadi calon legislatif. Selain itu, keluarga besar Muhammadiyah juga tak boleh tinggal diam meghadapi krisis visi dan karakter bangsa. “Muhammadiyah sesuai khittahnya tetap menjaga jarak dengan parpol dan tidak berafiliasi dengan salah satu partai mana pun,” kata Rosyad.
Berdasarkan khittah perjuangan (1971 dan 1978) dan khittah Denpasar (2002), Muhamadiyah mempersilakan kader dan anggota menyalurkan kepentingan politik sesuai aspirasi masing-masing. Itu pun dengan ketentuan harus menaati aturan main yang telah ditentukan.
Dalam kondisi godaan politik yang menguat, PP Muhammadiyah telah mengeluarkan kebijakan resmi bagi seluruh pimpinan dan anggota, termasuk yagn berkecimpung di amal usaha Muhammadiyah.(Ant)

Posted in 








